Selamat datang di MTSN 8 Jakarta, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 8 Jakarta

Ribuan Jamaah Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, GTK MTsN 8 Jakarta Barat Turut Hadir Memanjatkan Doa untuk Indonesia

Jakarta, (Humas MTsN 8 Jakarta Barat) - Ribuan jamaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 Agustus 2026 dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus kebangsaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu majelis untuk memanjatkan doa demi persatuan, kerukunan, dan kemajuan Indonesia.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, di antaranya pegawai Kementerian Agama dari tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta masyarakat umum dari Jakarta dan sekitarnya. Antusiasme peserta tampak sejak pagi hari. Bahkan, menjelang pukul 12.00 WIB, ribuan jamaah telah memadati Masjid Istiqlal sebagai titik kumpul sebelum menuju lokasi utama di Monas.

Di Masjid Istiqlal, seluruh peserta melaksanakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan registrasi dan pembagian konsumsi berupa makanan ringan (snack) serta makan siang yang telah disiapkan panitia. Menjelang sore, para jamaah melaksanakan shalat Asar berjamaah dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum mengikuti puncak acara.

Usai shalat Asar, rombongan dari berbagai madrasah, kantor, dan instansi Kementerian Agama secara tertib bergerak menuju kawasan Monas. Mereka bergabung dengan ribuan jamaah lainnya untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang berlangsung khidmat.

Suasana semakin syahdu ketika Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf memimpin pembacaan zikir, selawat, dan doa bersama. Lantunan selawat yang menggema di kawasan Monas mengajak seluruh hadirin larut dalam suasana religius, memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia.

Puncak acara ditandai dengan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia bapak Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pesannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.

Beliau menyampaikan:

"Malam ini menjadi bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk. Indonesia adalah lukisan yang sangat indah di muka bumi ini. Oleh karena itu tidak boleh ada yang mengacak-acak. Malam ini ribuan umat dan para tokoh lintas agama berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negaranya. Kita boleh berbeda keyakinan tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia."

Pesan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir. Semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air terasa begitu kuat mewarnai jalannya kegiatan hingga acara berakhir.

Dan pada penutup kegiatan zikir dan doa kebangsaan enam tokoh pemuka agama memimpin doa secara bergantian yaitu KH. Husni Ismail (Islam), Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty (Protestan), Romo Franciskus Yance Sengga (Katolik), Bhikkhu Bhadranatha, Thera (Budha), Pinandhita Gede Pastika (Hindu) dan Xs. Budi S Tanuwibowo (Kong Hu Chu).

Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 8 Jakarta Barat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan melalui doa dan zikir bersama.

Dengan terselenggaranya Zikir dan Doa Kebangsaan ini, diharapkan seluruh elemen bangsa semakin memperkokoh persatuan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta bersama-sama membangun Indonesia yang damai, maju, dan penuh keberkahan.