Selamat datang di MTSN 8 Jakarta, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 8 Jakarta
Mitra Kerjasama

Mitra Kerjasama

Antisipasi timbulnya penyakit disebabkan nyamuk MTs Negeri 8 Jakarta Barat melakukan kegiatan Fogging

Jakarta, (Humas MTs Negeri 8 Jakarta Barat) -  MTs Negeri 8 Jakarta Barat  kembali mendapat giliran kegiatan fogging (pengasapan untuk memberantas nyamuk penyebab penyakit demam berdarah) untuk kedua kalinya pada Sabtu siang, 16 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan madrasah serta mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Pelaksanaan fogging berlangsung di seluruh area madrasah, mulai dari ruang kelas, selokan, taman, hingga area sekitar lingkungan MTs Negeri 8 Jakarta Barat. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus RT. 007/012 Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat.  Untuk menjamin suksesnya kegiatan fogging ini  Ibu RT 007 RW 012 turut memantau secara langsung dan mendampingi petugas fogging.

Di sela-sela kegiatan fogging ini ibu RT. 007/012  menyampaikan bahwa fogging dilakukan secara berkala demi menciptakan lingkungan  yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. Selain pengasapan, pihak madrasah juga sudah sering menghimbau seluruh warga madrasah untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk sebagai sumber penyakit.

Kegiatan fogging atau pengasapan merupakan salah satu metode pengendalian sumber penyakit yang sering dilakukan, terutama saat terjadi lonjakan kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari kegiatan fogging:

  • Membunuh Nyamuk Dewasa Secara Cepat: Manfaat paling utama dari fogging adalah kemampuannya untuk membunuh nyamuk dewasa (terutama nyamuk Aedes aegypti pembawa virus Demam Berdarah Dengue) yang sedang terbang atau beristirahat di area yang diasapi.
  • Memutus Rantai Penularan Penyakit: Dengan mematikan nyamuk dewasa yang sudah terinfeksi virus, fogging secara efektif memutus rantai penularan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, atau Zika di suatu wilayah.
  • Mengendalikan Wabah (KLB): Fogging sangat krusial digunakan sebagai tindakan tanggap darurat saat terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau ketika ditemukan kasus penularan di suatu lingkungan, untuk mencegah penyakit menyebar lebih luas ke tetangga sekitar.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Meski bermanfaat dalam kondisi darurat, fogging memiliki keterbatasan dan bukanlah solusi utama pencegahan jangka panjang. Beberapa hal yang perlu dipahami meliputi:

  • Tidak Membunuh Jentik dan Telur: Asap fogging hanya efektif membunuh nyamuk yang sudah terbang (dewasa). Telur dan jentik nyamuk yang berada di genangan air tidak akan mati oleh pengasapan ini.
  • Risiko Resistensi: Jika dilakukan terlalu sering atau tanpa indikasi yang tepat, nyamuk dapat menjadi kebal (resisten) terhadap bahan kimia insektisida yang digunakan dalam asap.
  • Harus Disertai PSN (3M Plus): Karena fogging tidak membunuh jentik, kegiatan ini wajib dibarengi dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus:
    1. Menguras tempat penampungan air.
    2. Menutup rapat tempat penampungan air.
    3. Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
    4. Plus mencegah gigitan nyamuk (menggunakan obat nyamuk, kelambu, menanam tanaman pengusir nyamuk, dll)