Jakarta (Humas MTs Negeri 8 Jakarta
Barat) - Sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini, MTs
Negeri 8 Jakarta Barat menggelar kegiatan Kokurikuler dengan menghadirkan Tim Reaksi Cepat (TRC)
dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pada
Kamis, 2 April 2026 mulai pukul 08.00 – 09.15 WIB bertempat di lapangan
madrasah.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik, guru, dan karyawan madrasah. Fokus utama kegiatan ini adalah pemberian materi edukasi dan simulasi tata cara mitigasi menghadapi bencana gempa bumi di lingkungan tempat belajar.
Tim BPBD DKI Jakarta mengawali sesi dengan memberikan pemahaman mengenai
potensi bencana di Jakarta. Para peserta didik diajarkan teknik dasar
perlindungan diri saat gempa terjadi, yaitu metode Drop (Berlutut), Cover (Lindungi
kepala dan leher di bawah meja), dan Hold On (Berpegangan
hingga guncangan berhenti).
"Kami ingin adik-adik semua tidak panik saat terjadi keadaan darurat. Kuncinya adalah ketenangan dan pemahaman jalur evakuasi yang tepat," ujar kak Oya, salah satu instruktur dari BPBD DKI Jakarta di sela-sela simulasi.
Setelah sesi materi, aba-aba diserukan sebagai tanda dimulainya simulasi. Para peserta
didik dengan sigap mempraktikkan cara melindungi diri terutama bagian batang leher
dan kepala menggunakan tas, meja, kursi dan tangan lalu bergerak secara teratur
hingga waktu yang telah ditentukan.
Ibu Hj. Estri Atutwuri Handayani,
S.Pd, sebagai pemandu kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian
dari komitmen MTs Negeri 8 Jakarta Barat untuk menjadi "Satuan Pendidikan Aman
Bencana" (SPAB).
"Kehadiran BPBD DKI Jakarta
sangat membantu kami dalam memetakan titik lemah dan memperkuat prosedur
keselamatan di MTs Negeri 8 Jakarta Barat. Kami berharap ilmu yang didapat para
peserta didik termasuk para GTK pada hari ini bisa mereka bagikan juga kepada
keluarga di rumah," ungkap bapak Mohammad Taufik, S.Ag selaku Kepala MTs Negeri
8 Jakarta Barat.
Kegiatan ditutup dengan sesi
tanya jawab. Dengan adanya kegiatan ini,
diharapkan seluruh warga madrasah lebih siap dan tanggap dalam menghadapi
situasi darurat demi meminimalisir risiko jatuhnya korban bila terjadi bencana gempa bumi dan musibah lainnya.






Laporkan Penyalahgunaan