Jakarta (Humas
MTs Negeri 8 Jakarta Barat) – Kamis, 22 Januari 2025 Waka
akademik menggelar sosialisasi tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) kepada
orang-orang tua peserta didik kelas sembilan. Kegiatan berlangsung di Masjid
Nurusshibyan MTs Negeri 8 Jakarta Barat lantai
dua yang dimulai pukul 08.30 WIB. TKA adalah suatu evaluasi yang dirancang untuk
mengukur kompetensi dan kemampuan peserta didik dalam berbagai bidang akademis.
Secara khusus, TKA sering kali berfokus pada kemampuan dasar yang diperlukan
untuk mengevaluasi potensi peserta didik dalam menghadapi pendidikan lanjutan.
Mengingat bahwa peserta didik kelas sembilan akan segera menghadapi ujian penting
tersebut maka sosialisasi mengenai TKA menjadi aspek penting yang perlu
diperhatikan. Kegiatan sosialisasi ini memberikan informasi yang penting
tentang format tes, materi yang diuji, serta strategi optimal dalam
mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA.
Motivasi di
balik sosialisasi TKA adalah untuk mengurangi kecemasan yang kerap dialami oleh
para orang tua dan peserta didik menjelang ujian. Dengan memahami lebih jauh
mengenai apa itu TKA dan persiapan yang diperlukan, para peserta didik kelas 9
diharapkan dapat mengembangkan sikap positif terhadap ujian yang akan datang.
Sebelum Waka
bidang Akademik, ibu Nur Afnidar, S.Pd memaparkan tentang TKA para orang tua peserta didik dibekali
terlebih dahulu tentang parenting oleh tim dari Cahaya Mitra Edukasi (CME),
bapak Nur Falah, SE, Cl, CH.t.
Berikut adalah
poin-poin utama parenting untuk menjadi orang tua yang baik yang disampaikan
narasumber :
- Jadilah Teladan : Anak-anak meniru perilaku orang
tuanya. Tunjukkan sikap jujur, sopan, dan bertanggung jawab.
- Komunikasi dan Mendengar Aktif : Dengarkan pendapat anak, sampaikan
aturan dengan jelas, dan berdialog terbuka daripada sekadar memerintah.
- Kasih Sayang Tanpa Syarat dan
Perhatian Positif : Tunjukkan
cinta meskipun anak berbuat salah, dan berikan perhatian agar mereka tidak
mencari perhatian di tempat yang salah.
- Konsistensi dalam Disiplin: Terapkan aturan dan konsekuensi yang
konsisten untuk membantu anak belajar tanggung jawab dan membedakan
perilaku baik/buruk.
- Bangun Rasa Percaya Diri: Hindari membandingkan anak dengan
saudara atau anak lain. Berikan pujian yang tulus atas usaha mereka.
- Luangkan Waktu Berkualitas
(Quality Time): Bermain, berbicara, dan
beraktivitas bersama untuk memperkuat ikatan emosional.
- Hormati Privasi & Pendapat: Terutama untuk anak remaja, berikan
ruang privasi dan libatkan mereka dalam diskusi, namun tetap dengan
pengawasan.
- Kelola Emosi Diri: Hindari membentak atau mengejek
anak. Orang tua yang tenang menghasilkan anak yang lebih tenang.
- Terus Belajar: Parenting adalah proses belajar yang
berkelanjutan seiring perubahan usia dan lingkungan anak.
- Perhatikan Diri Sendiri: Orang tua yang bahagia lebih mudah
memberikan pengasuhan positif. Kelola stres dan terima kekurangan diri.
Kepala madrasah,
bapak Taufik, S.Ag dalam sambutannya mengharapkan kepada orang-orang tua
peserta didik agar lebih memperhatikan putra-putrinya dalam menghadapi agenda TKA.
Para orang tua sangat berperan dalam menunjang kesiapan putra putrinya, baik
mental maupun akademik, lanjutnya.
Sosialisasi TKA diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki peserta didik dengan tuntutan akademik yang harus mereka jalani. Kesadaran akan pentingnya persiapan ini akan berkontribusi pada pencapaian hasil yang memuaskan dalam TKA.





Laporkan Penyalahgunaan